Fungsi pada Java di Netbeans

Function

            Fungsi digunakan untuk mempermudah kita dalam membuat sebuah program, terutama program yang besar dan banyak melakukan beberapa hal yang sama. Fungsi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.      Memiliki nama dari fungsi tersebut.
2.      Memiliki tugas spesifik tertentu.
3.      Memiliki sekumpulan statement atau perintah untuk melakukan tugas tersebut.
4.      Mengembalikan sebuah nilai kepada fungsi lain yang memanggil atau menggunakannya (jika perlu).

Fungsi di Dalam Bahasa Java

            Pada dasarnya, cara mendeklarasikan fungsi di dalam bahasa Java serupa dengan bahasa C. Bedanya, dalam bahasa Java diletakkan keyword static di depan tipe fungsi. Berikut ini adalah cara mendeklarasikan fungsi di dalam bahasa Java:

            Static tipe namaFungsi(parameter) {
                        // statement atau perintah yang akan dilakukan ketika fungsi dipanggil
            }

            Tipe adalah tipe data dari nilai yang akan dikembalikan oleh fungsi. Nama fungsi adalah nama dari fungsi yang dibuat. Nama ini yang akan digunakan untuk memanggil fungsi yang telah kita buat. Parameter adalah nama dan tipe variable yang akan digunakan untuk menyimpan nilai yang dibutuhkan oleh fungsi tersebut. Jika terdapat lebih dari 1 parameter, maka parameter ditulis dipisahkan dengan koma.

            Berikut ini adalah contoh kode program dari kasus kita yang telah menggunakan fungsi:

            public class orang {
    private String nama;
    private double tinggi;
    private double berat;
    public orang (String nama, double tinggi, double berat){
        this.nama=nama;
        this.tinggi=tinggi;
        this.berat=berat;
    }
    public String toString(){
            return(“Nama : “+nama+”nTinggi : “+tinggi+”nberat : “+berat);
    }
}
class pelajar extends orang{
    private String nim;
    private String asalSekolah;
    private double nilai;
    public pelajar(String nama, double tinggi, double berat, String nim, String sekolah, double nilai){
        super(nama,tinggi,berat);
        this.nim=nim;
        asalSekolah=sekolah;
        this.nilai=nilai;
    }
    public String toString(){
        return (super.toString()+”nNIM : “+nim+”nSekolah : “+asalSekolah+”nNilai : “+nilai);
    }
}
class Latihan2b{
    public static void main(String[] args) {
        pelajar siswa=new pelajar(“Musa”,168,62,”050107″,”SMU Pancasila”,27.8);
        System.out.println (siswa.toString());
    }
   
}
Tipe void

            Sebuah fungsi tidak harus selalu mengembalikan nilai. Tipe dari fungsi yang tidak dapat mengembalikan ilia adalah void. Berikut adalah contoh fungsi yang tidak mengembalikan nilai, yaitu untuk menampilkan kata “Hello” ke layar sebanyak n kali.

            static void FungsiHello(int n) {
        int i;
        for (i = 0; i < n; i++) {
            System.out.printf(“Hellon”);
        }
    }

Fungsi Rekursif

            Fungsi rekursif adalah fungsi yang memanggil dirinya sendiri. Jika kita dapat menggunakan fungsi rekursif dengan baik, ada beberapa kasus perulangan yang rumit dapat dilakukan dengan mudah. Agar lebih jelas, mari kita buat fungsi untuk menghitung 2” dengan n adalah bilangan positif atau nol.

            Dengan fungsi biasa, kita dapat menggunakan perintah perulangan seperti for() untuk menghitung perpangkatan tadi. Dengan fungsi rekursif, kita dapat menggunakan fungsi yang sama untuk menghitung perpangkatan yang lebih rendah. Perhatikan kode program di bawah ini.

1.      Fungsi Biasa pada Java

static int DuaPangkat(int n) {
        int loop, hasil;
        hasil = 1;
        for (loop = 0; loop < n; loop++) {
            hasil = hasil * 2;
        }
        return hasil;
    }
2.      Fungsi Rekursif pada Java

int DuaPangkat1(int n){
        if(n==0)
            return 1;
        else
            return 2 * DuaPangkat1(n-1);

    }

4 Comments

  1. nabilah permata April 14, 2015
  2. ahmad deliar November 10, 2016
  3. Faiq Nukha November 16, 2016

Leave a Reply